<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>KUI &#8211; Malangkucecwara International Relationship</title>
	<atom:link href="http://mir.stie-mce.ac.id/tag/kui/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mir.stie-mce.ac.id</link>
	<description>International Affairs Office of STIE Malangkucecwara</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Aug 2018 03:57:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.1.6</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">118154715</site>	<item>
		<title>42 Mahasiswa Asing dan Lokal Live In di Malang Selatan</title>
		<link>http://mir.stie-mce.ac.id/2018/08/01/42-mahasiswa-asing-dan-lokal-live-in-di-malang-selatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petugas]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Aug 2018 03:57:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[news]]></category>
		<category><![CDATA[design thinking camp]]></category>
		<category><![CDATA[dtc]]></category>
		<category><![CDATA[konsorsium]]></category>
		<category><![CDATA[KUI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://mir.stie-mce.ac.id/?p=490</guid>

					<description><![CDATA[AKURAT.CO, Malang Selatan memiliki letak yang strategis, dekat dengan laut. Hal ini membuat wilayah tersebut menjadi pusat hasil tangkapan ikan segar. Meskipun demikian, tidak semua nelayan di wilayah pesisir Malang Selatan ini memiliki kesejahteraan yang sama. Hanya sedikit&#46;&#46;&#46;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_491" style="width: 970px" class="wp-caption alignnone"><img aria-describedby="caption-attachment-491" data-attachment-id="491" data-permalink="http://mir.stie-mce.ac.id/2018/08/01/42-mahasiswa-asing-dan-lokal-live-in-di-malang-selatan/akurat_20180801051501_5539ye/" data-orig-file="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2018/08/akurat_20180801051501_5539Ye.jpg?fit=960%2C639" data-orig-size="960,639" data-comments-opened="0" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Mahasiswa asing live in di Malang Selatan | Dok. Konsorsium Kantor Urusan Internasional" data-image-description="&lt;p&gt;Mahasiswa asing live in di Malang Selatan | Dok. Konsorsium Kantor Urusan Internasional&lt;/p&gt;
" data-image-caption="&lt;p&gt;Mahasiswa asing live in di Malang Selatan | Dok. Konsorsium Kantor Urusan Internasional&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2018/08/akurat_20180801051501_5539Ye.jpg?fit=300%2C200" data-large-file="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2018/08/akurat_20180801051501_5539Ye.jpg?fit=960%2C639" decoding="async" class="wp-image-491 size-full" src="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2018/08/akurat_20180801051501_5539Ye.jpg?resize=960%2C639" alt="Mahasiswa asing live in di Malang Selatan | Dok. Konsorsium Kantor Urusan Internasional" width="960" height="639" srcset="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2018/08/akurat_20180801051501_5539Ye.jpg?w=960 960w, https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2018/08/akurat_20180801051501_5539Ye.jpg?resize=300%2C200 300w, https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2018/08/akurat_20180801051501_5539Ye.jpg?resize=768%2C511 768w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-491" class="wp-caption-text">Mahasiswa asing live in di Malang Selatan | Dok. Konsorsium Kantor Urusan Internasional</p></div>
<p><b>AKURAT.CO, </b>Malang Selatan memiliki letak yang strategis, dekat dengan laut. Hal ini membuat wilayah tersebut menjadi pusat hasil tangkapan ikan segar. Meskipun demikian, tidak semua nelayan di wilayah pesisir Malang Selatan ini memiliki kesejahteraan yang sama.</p>
<p>Hanya sedikit wilayah yang sudah maju, sedangkan yang lain masih belum berkembang dengan baik. Salah satu daerah tersebut adalah di Pantai Tamban Indah, Desa Tambakrejo, Kec. Sumbermanjing Wetan, Malang Selatan.</p>
<p>Ketua Konsorsium 3 Perguruan Tinggi, Dr. Nur Salam mengatakan, permasalahan tersebut menarik perhatian 27 mahasiswa asing dan 15 mahasiswa lokal untuk tinggal <em>(live  in)</em> di desa Tambakrejo yang bertujuan untuk memahami dan mengenal lebih dekat bagaimana kehidupan para nelayan.</p>
<p>Kegiatan yang bertemakan &#8216;<em>International Community Engagement for Economic Sustainability of Fisherman at Southern Malang Coasts&#8217;</em> dikemas dengan konsep Design Thinking Camp. Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari dari tanggal 25-29 Juli 2018.</p>
<p>&#8220;Kegiatan ini merupakan kegiatan konsorsium dari 3 Perguruan Tinggi yaitu Polinema, <strong>STIE MalangKucecwara</strong> dan STIKI yang didukung pendanaan oleh Kemenristek Dikti,&#8221; Nur Salam menjelaskan.</p>
<p>Sebelum para peserta <em>live  in</em> dengan penduduk, mereka dibekali beberapa pengetahuan tentang perikanan dan kelautan secara umum, pemasaran, dan pengemasan.</p>
<p>Dalam pengamatan Koordinator Program, Hilda Cahyani, P.hD, para mahasiswa ini sangat antusias mengikuti acara tersebut. Mereka melakukan semua <em>phase</em> mulai dari observasi, wawancara, dan pengelompokan data, diskusi gagasan/ide untuk menyelesaikan masalah, dan <em>prototyping.</em></p>
<p>&#8220;Sepanjang pengamatan saya, program ini berjalan dengan lancar, penuh tantangan akademis dan sosial, sebagai program pertama panitia berupaya memberikan kontribusi akademis dengan tetap mempertimbangkan kearifan lokal,&#8221; demikian kata Hilda.</p>
<p>&#8220;Dengan lokasi yang dekat dengan pantai, para peserta dari berbagai negara tersebut sangat menikmati kegiatan, mereka berbaur dengan masyarakat dan tinggal di rumah selama kegiatan berlangsung,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Sementara, Peserta DT Camp semuanya merasa sangat senang dengan program ini dan mendapat banyak pengalaman yang tak terlupakan. Belajar ilmu baru dan mengenal berbagai budaya dari masing-masing negara, adalah bekal besar.</p>
<p>&#8220;Luar biasa karena saya bisa dapat ilmu tentang pemasaran dan juga mendapatkan banyak teman dari berbagai negara. Kegiatan ini juga bermanfaat untuk mengasah berfikir kritis,&#8221; kata Mee dari Laos.</p>
<p><em>&#8220;Good program.</em> Saya melihat cara berpikir orang lain dan kehidupan di sini dan kita juga merasa nyaman karena lingkungannya juga sangat <em>welcome</em> ke kita semua. Saya berterimakasih dengan adanya program ini. Saya senang dengan adanya program ini. Saya berharap bisa membawa ilmu dari program ini ke negara saya,&#8221; harap Muhammad Hamed, mahasiswa asal Lybia</p>
<p>Sumber: <a href="https://akurat.co/gayahidup/id-266777-read-42-mahasiswa-asing-dan-lokal-live-in-di-malang-selatan-ada-apa">Akurat.co</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">490</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gelar Program Design Thingking Camp 2018</title>
		<link>http://mir.stie-mce.ac.id/2018/07/24/gelar-program-design-thingking-camp-2018/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petugas]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jul 2018 03:40:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[news]]></category>
		<category><![CDATA[design thinking camp]]></category>
		<category><![CDATA[dtc]]></category>
		<category><![CDATA[KUI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://mir.stie-mce.ac.id/?p=450</guid>

					<description><![CDATA[TRIBUNJATIM.COM, MALANG &#8211; Sebanyak 13 Perguruan Tinggi di Malang menggelar program konsorsium Design Thinking Camp 2018. 13 Perguruan Tinggi tersebut yakni Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Politeknik Negeri Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,&#46;&#46;&#46;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><iframe loading="lazy" src="https://drive.google.com/file/d/1lY_BCuJNyZ8gHW_qz7PhiRn3bNa_5myC/preview" width="640" height="359"></iframe><br />
TRIBUNJATIM.COM, MALANG &#8211; Sebanyak 13 Perguruan Tinggi di Malang menggelar program konsorsium Design Thinking Camp 2018.</p>
<p>13 Perguruan Tinggi tersebut yakni Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Politeknik Negeri Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Islam Malang, STIKI Malang, <strong>STIE Malangkucecwara</strong>, dan Universitas Merdeka Malang. Lalu ada pula Universitas Ma Chung, Universitas Widyagama, Universitas Kanjuruhan Malang, dan Universitas Raden Rahmat Malang.</p>
<p>Program yang dibentuk Konsorsium Kantor Urusan International (KUI) Perguruan Tinggi di Malang ini memiliki tajuk &#8216;Tasting the Natural and Cultural Heritage of Malang&#8217;.</p>
<p>Program ini akan mengirimkan sebanyak 86 mahasiswa yang terdiri dari 57 mahasiswa dari 16 negara dan 29 mahasiswa domestik.</p>
<p>&#8220;Pesertanya ada 57 dari 16 negara berbeda ditambah dengan 29 mahasiswa domestik. Nantinya mereka akan dibagi menjadi dua kelompok. Yaitu di Malang Selatan dan di Batu,&#8221; ucap Ketua Ketua Konsorsium KUI Malang Raya, Soeparto, Senin (23/7/2018).</p>
<p>Pria yang menjabat sebagai Asisten Rektor bidang Kerjasama Universitas Muhammadiyah Malang ini menjelaskan, Design Thinking Camp 2018 bertujuan sebagai pengabdian masyarakat.</p>
<p>Kelompok 1 akan ditempatkan di Desa Temas, Kota Batu, dengan program pengelolaan sampah.</p>
<p>Sementara kelompok 2 akan ditempatkan di desa Tambak Rejo, Kabupaten Malang, dimana peserta akan berinteraksi dengan masyarakat nelayan setempat.</p>
<p>&#8220;Ini adalah program pemberdaayaan masyatakat. Targetnya, seperti nanti ketika di Malang Selatan, mereka akan berpartner dengan nelayan selama 2-3 hari untuk melakukan riset kontra yang ada di sana,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&#8212;</p>
<p><em>Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Diikuti 86 Mahasiswa, KUI Perguruan Tinggi Malang Siap Gelar Program Design Thinking Camp 2018, <a href="http://jatim.tribunnews.com/2018/07/23/diikuti-86-mahasiswa-kkui-perguruan-tinggi-malang-siap-gelar-program-design-thinking-camp-2018">http://jatim.tribunnews.com/2018/07/23/diikuti-86-mahasiswa-kkui-perguruan-tinggi-malang-siap-gelar-program-design-thinking-camp-2018</a>.</em><br />
<em>Penulis: Ayu Mufidah Kartika Sari </em><br />
<em>Editor: Ani Susanti</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">450</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kantor Urusan Internasional Dari 13 Universitas Malang Raya Saling Gandeng Untuk Internasionalisasi Bersama</title>
		<link>http://mir.stie-mce.ac.id/2018/02/23/kantor-urusan-internasional-dari-13-universitas-malang-raya-saling-gandeng-untuk-internasionalisasi-bersama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[petugas]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Feb 2018 03:18:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[news]]></category>
		<category><![CDATA[kantor urusan internasional]]></category>
		<category><![CDATA[konsorsium]]></category>
		<category><![CDATA[KUI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://mir.stie-mce.ac.id/?p=392</guid>

					<description><![CDATA[Infokampus.news, Malang – Nota kesepahaman konsorsium Kantor Urusan Internasional (KUI) dari 13 Universitas se-Malang Raya hari ini (21/2) resmi ditandatangani oleh 13 perwakilan masing-masing kampus. Dalam acara Deklarasi konsorsium KUI Malang raya yang digelar di&#46;&#46;&#46;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Infokampus.news, Malang – Nota kesepahaman konsorsium Kantor Urusan Internasional (KUI) dari 13 Universitas se-Malang Raya hari ini (21/2) resmi ditandatangani oleh 13 perwakilan masing-masing kampus. Dalam acara Deklarasi konsorsium KUI Malang raya yang digelar di ruang rapat lantai 2 gedung rektorat Universitas Merdeka Malang ini Koordinator KUI Malang Raya, Drs. Suparto, M.Pd., mengungkapkan pentingnya pelaksanaan konsorsium ini.</p>
<p>Seiring dengan perkembangan jaman dan pentingnya perluasan cakupan kerjasama kampus dengan pihak-pihak internasional membuat 13 kampus yang terdiri dari Universitas Brawijaya Malang, Universitas Islam Malang, UIN Maliki Malang, UNIRA Malang, Universitas Kanjuruhan Malang, Universitas Merdeka Malang, Universitas Ma Chung Malang, Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Widyagama Malang, STIKI Malang dan <strong>STIE MalangKucecwara</strong> merasa penting untuk saling ‘bergandengan’ membangun impian internasionalisasi bersama.</p>
<p>“Sekarang ini sudah bukan waktunya bersaing lagi ya tapi bersama mewujudkan harapan bersama. Ibaratnya kalau ingin berjalan cepat ya jalan sendiri tapi kalau ingin jalan jauh ya harus bersama-sama bergandengan,” Ungkapnya saat ditemui wartawan.</p>
<blockquote><p>Kantor Urusan Internasional dari 13 Universitas Malang Raya Akan Segera Launching Acara Bersama</p></blockquote>
<p>Kampus-kampus se-Malang raya ini berharap dengan adanya nota kesepahaman ini, akan banyak ilmu dan juga manfaat yang bisa diaplikasikan di masing-masing Universitas.</p>
<p>“Saling melengkapi dan sharing ilmu ya, karena kan ada satunya yang bisa ini satunya tidak bisa dan sebaliknya. Malang ini banyak kampusnya tapi untuk saat ini 13 dulu, untuk KUI kampus lainnya menyusul tidak apa-apa. Selain itu kita juga akan mengadakan kegiatan bersama dalam waktu dekat.” Tutur koodinator.</p>
<p>Rencananya dalam waktu dekat KUI Malang Raya akan datangkan sekitar 80-100 mahasiswa asing dari 40 negara untuk Design Thinking Camp yang akan dilaksanakan di bulan Juli hingga Agustus Mendatang.</p>
<p>“Dari banyak negara nanti mereka akan pecahkan permasalahan pariwisata di Malang raya akan dibagi jadi 3 kelompok. Uniknya nanti kan ini ada sudut pandang baru dari luar untuk memecahkan masalah kita,” Tutupnya. (Pus)</p>
<p>sumber: <a href="https://infokampus.news/kantor-urusan-internasional-dari-13-universitas-malang-raya-saling-gandeng-untuk-internasionalisasi-bersama/">Infokampus.news</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">392</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lokakarya (5) : Designing a Local University with International Touch</title>
		<link>http://mir.stie-mce.ac.id/2016/11/04/lokakarya-5-designing-a-local-university-with-international-touch/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[MIR ABM]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2016 07:13:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[seminar]]></category>
		<category><![CDATA[design international university]]></category>
		<category><![CDATA[KUI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://mir.stie-mce.ac.id/?p=53</guid>

					<description><![CDATA[Pada sesi terakhir lokakarya MIR ini, pada hari Kamis 11 Agustus 2016 disampaikan oleh Bapak Jarum dari KUI Universitas Muhammadiyah Malang (lulusan S2 dari Aichy University &#8211; Japan). Menurut penjelasan beliau, terdapat 4 fase&#46;&#46;&#46;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img data-attachment-id="229" data-permalink="http://mir.stie-mce.ac.id/2016/11/04/lokakarya-5-designing-a-local-university-with-international-touch/whatsapp-image-2016-12-20-at-04-59-13/" data-orig-file="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/WhatsApp-Image-2016-12-20-at-04.59.13.jpeg?fit=1280%2C768" data-orig-size="1280,768" data-comments-opened="0" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/WhatsApp-Image-2016-12-20-at-04.59.13.jpeg?fit=300%2C180" data-large-file="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/WhatsApp-Image-2016-12-20-at-04.59.13.jpeg?fit=1024%2C614" decoding="async" loading="lazy" class="alignnone wp-image-229 size-large" src="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/WhatsApp-Image-2016-12-20-at-04.59.13.jpeg?resize=750%2C450" width="750" height="450" srcset="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/WhatsApp-Image-2016-12-20-at-04.59.13.jpeg?resize=1024%2C614 1024w, https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/WhatsApp-Image-2016-12-20-at-04.59.13.jpeg?resize=300%2C180 300w, https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/WhatsApp-Image-2016-12-20-at-04.59.13.jpeg?resize=768%2C461 768w, https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/WhatsApp-Image-2016-12-20-at-04.59.13.jpeg?w=1280 1280w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Pada sesi terakhir lokakarya MIR ini, pada hari Kamis 11 Agustus 2016 disampaikan oleh <strong> Bapak Jarum</strong> dari KUI Universitas Muhammadiyah Malang (lulusan S2 dari Aichy University &#8211; Japan). Menurut penjelasan beliau, terdapat 4 fase internasionalisasi, yaitu :<br />
1. Creating International Awareness<br />
2. Developing International Exposure<br />
3. Obtaining International Recognition<br />
4. Achieving World Class University</p>
<p><strong>Creating International Awareness</strong><br />
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menciptakan kepedulian internasional antara lain:<br />
1. Menekankan pada mahasiswa bahwa menguasai bahasa asing itu penting, khususnya bahasa Inggris.<br />
2. Mengkursuskan ke lembaga bahasa asing<br />
3. Menekankan bahwa interaksi dengan pihak asing itu penting</p>
<p><strong>Developing International Exposure</strong><br />
Yaitu mengeskpose pada pihak dosen dan mahasiswa bahwa hubungan atau kerjasama internasional itu penting. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:<br />
1. Mengundang dosen asing yang ditemani dosen lokal untuk mengajar di kelas.<br />
2. Menemani peneliti asing.</p>
<p><strong>Obtaining an International Recognition</strong><br />
Agar dapat memperoleh pengakuan internasional, maka :<br />
1. Harus memahami bagaimana budaya asing<br />
2. Mendapatkan pengakuan ijasah kita di Luar negeri.</p>
<p><strong>Rina Irawati</strong><br />
MIR</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">53</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lokakarya (4) : Bentuk-bentuk Agreement Internasional</title>
		<link>http://mir.stie-mce.ac.id/2016/11/04/lokakarya-4-bentuk-bentuk-agreement-internasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[MIR ABM]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2016 07:10:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[seminar]]></category>
		<category><![CDATA[agreement international]]></category>
		<category><![CDATA[KUI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://mir.stie-mce.ac.id/?p=51</guid>

					<description><![CDATA[Di hari kedua lokakarya Hibah KUI Dikti 2016, MIR kembali menyelenggarakan lokakarya dengan mendatangkan pembicara dari International Office Universitas Brawijaya yaitu Bapak Agus Suharyanto, Ph.D (lulusan S3 Tehnik Sipil dari Kagoshima University 1997). Topik&#46;&#46;&#46;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img data-attachment-id="74" data-permalink="http://mir.stie-mce.ac.id/2016/11/04/lokakarya-4-bentuk-bentuk-agreement-internasional/img_20160810_105723963/" data-orig-file="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_105723963.jpg?fit=2592%2C1456" data-orig-size="2592,1456" data-comments-opened="0" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;2.4&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;XT1033&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;1039348800&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;3.5&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;400&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0.1&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="img_20160810_105723963" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_105723963.jpg?fit=300%2C169" data-large-file="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_105723963.jpg?fit=1024%2C575" decoding="async" loading="lazy" class="aligncenter wp-image-74 size-large" src="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_105723963.jpg?resize=750%2C421" alt="img_20160810_105723963" width="750" height="421" srcset="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_105723963.jpg?resize=1024%2C575 1024w, https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_105723963.jpg?resize=300%2C169 300w, https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_105723963.jpg?resize=768%2C431 768w, https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_105723963.jpg?w=2000 2000w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Di hari kedua lokakarya Hibah KUI Dikti 2016, MIR kembali menyelenggarakan lokakarya dengan mendatangkan pembicara dari International Office Universitas Brawijaya yaitu <strong>Bapak Agus Suharyanto, Ph.D </strong>(lulusan S3 Tehnik Sipil dari Kagoshima University 1997). Topik yang diangkat hari ini adalah bentuk-bentuk perjanjian internasional. Menurut penjelasan beliau, perjanjian internasional ada 5 bentuk, yaitu LOI, MOA (LOA), MOU, TAA dan MTA.</p>
<p><strong>LoI (Letter of Intent)</strong><br />
Letter of intent is intention to take some action to develop cooperation. Yaitu merupakan outline dokumen persetujuan antara dua atau lebih pihak sebelum agreeement selesai.</p>
<p><strong>MoA (Memorandum of Agreement) atau LoA (Letter of Agreement)</strong><br />
Merupakan dokumen yang menyatakan bahwa dua institusi menyetujui perjanjian. Perlu ditulis tentang: daftar atau program aktivitas, waktu, dana, aktivitas, syarat-syaratnya, kemudian dijilid.</p>
<p><strong>MoU (Memorandum of Understanding)</strong><br />
Merupakan langkah pertama dalam membentuk format kontrak (lebih formal bentuknya). Isinya meliputi tentang program payung (aktivitas).</p>
<p><strong>TAA (Technical Academic Agreement)</strong><br />
Merupakan dokumen kesepakatan untuk menjalankan kerjasama akademik (bersifat operasional). Sebelum ditulis dalam draft legal, perlu dinegosiasikan sampai terjadi kesepakatan. TAA dibuat oleh kedua belah pihak.<br />
Contoh TAA :<br />
1. Program struktur : meliputi waktu, proses, time line, degree awarded.<br />
2. Field of study : meliputi bidang program studi yang dikerjasamakan.<br />
3. Selection of student : syaratnya memenuhi (TOEFL, IELTS), topik riset, lama studi di SMA.<br />
4. Enrollment of student<br />
5. Accreditation of credits : Pengakuan kredit mata kuliah (yang diakui berapa), mata kuliah apa yang bisa diambil, academic performance ditentukan oleh kedua belah pihak.<br />
6. Fees : meliputi SPP, biaya wajib<br />
7. Student&#8217;s responsibility : Terikat dengan peraturan-peraturan tertentu dan hukum di dua negara tersebut, dan mempertanggung jawabkan biaya yang digunakan (international domestic travel expenses, akomodasi, health insurance)<br />
8. Logistical assistance : Host university memberi informasi dan membantu mencari penginapan yang harganya terjangkau.<br />
9. Duration, renegotiation, and termination<br />
10. Resolution of disputes : jika ada perselisihan bagaimana mengatasinya sesuai dengan aturan yang berlaku.<br />
11. Agreement coordination : siapa yang mengkoordinator di host university dan universitas mitra.</p>
<p><strong>Rina Irawati</strong><br />
MIR</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">51</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lokakarya (3) : Peningkatan Internasionalisasi Publikasi Penelitian</title>
		<link>http://mir.stie-mce.ac.id/2016/11/04/lokakarya-3-peningkatan-internasionalisasi-publikasi-penelitian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[MIR ABM]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2016 07:06:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[seminar]]></category>
		<category><![CDATA[KUI]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan internasionalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[publikasi ilmiah internasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://mir.stie-mce.ac.id/?p=49</guid>

					<description><![CDATA[Menindaklanjuti agenda lokakarya Hibah KUI Dikti 2016, pada hari Rabu 10 Agustus 2016 dilakukan lokakarya MIR di sesi 3, yang disampaikan oleh Bapak Didik Suprayogo, Ph.D (lulusan S3 Imperial College London University), yang menjabat&#46;&#46;&#46;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img data-attachment-id="72" data-permalink="http://mir.stie-mce.ac.id/2016/11/04/lokakarya-3-peningkatan-internasionalisasi-publikasi-penelitian/img_20160810_154147322/" data-orig-file="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_154147322.jpg?fit=2592%2C1456" data-orig-size="2592,1456" data-comments-opened="0" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;2.4&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;XT1033&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;1039348800&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;3.5&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;800&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0.1&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="img_20160810_154147322" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_154147322.jpg?fit=300%2C169" data-large-file="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_154147322.jpg?fit=1024%2C575" decoding="async" loading="lazy" class="alignnone wp-image-72 size-large" src="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_154147322.jpg?resize=750%2C421" alt="img_20160810_154147322" width="750" height="421" srcset="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_154147322.jpg?resize=1024%2C575 1024w, https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_154147322.jpg?resize=300%2C169 300w, https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_154147322.jpg?resize=768%2C431 768w, https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_154147322.jpg?w=2000 2000w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Menindaklanjuti agenda lokakarya Hibah KUI Dikti 2016, pada hari Rabu 10 Agustus 2016 dilakukan lokakarya MIR di sesi 3, yang disampaikan oleh <strong>Bapak Didik Suprayogo, Ph.D</strong> (lulusan S3 Imperial College London University), yang menjabat sebagai Pembantu Dekan 1 FP Universitas Brawijaya. Pada kesempatan ini, beliau hanya melakukan knowledge sharing saja mengenai publikasi penelitian internasional di UB. Di sana terdapat permasalahan bahwa kualitas penelitian dosen-dosen memiliki keragaman yang kurang bervariatif.</p>
<p>Oleh karenanya, untuk memperkuat lumbung publikasi di UB, maka dibuatlah semacam perjanjian atau MOU antara Rektor dengan Dekan, dan Dekan dengan Kajur, dan ternyata cara ini berhasil untuk mendongkrak jumlah publikasi internasional. Setiap tahun diadakan pelatihan penulisan publikasi internasional, tapi sekali lagi kuncinya adalah kembali pada motivasi dari diri sendiri untuk memulai. Selain itu juga dilakukan pelatihan untuk pengelola jurnal internasional.</p>
<p><strong>Rina Irawati</strong><br />
MIR</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">49</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lokakarya (2) : Aktifitas Internasional Akademik dan Non Akademik</title>
		<link>http://mir.stie-mce.ac.id/2016/11/04/lokakarya-2-aktifitas-internasional-akademik-dan-non-akademik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[MIR ABM]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2016 07:04:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[seminar]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas internasional]]></category>
		<category><![CDATA[KUI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://mir.stie-mce.ac.id/?p=47</guid>

					<description><![CDATA[Pada hari Kamis, 10 Agustus 2016 lokakarya MIR sesi 2 sebagai tindak lanjut dari Hibah KUI Dikti 2016 dilaksanakan dengan topik : Aktivitas Internasional Akademik dan Non Akademik, yang disampaikan oleh Bapak Agus Suharyanto,&#46;&#46;&#46;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img data-attachment-id="77" data-permalink="http://mir.stie-mce.ac.id/2016/11/04/lokakarya-2-aktifitas-internasional-akademik-dan-non-akademik/img_20160810_105700216/" data-orig-file="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_105700216.jpg?fit=1456%2C2592" data-orig-size="1456,2592" data-comments-opened="0" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;2.4&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;XT1033&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;1039348800&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;3.5&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;400&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0.09381&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="img_20160810_105700216" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_105700216.jpg?fit=169%2C300" data-large-file="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_105700216.jpg?fit=575%2C1024" decoding="async" loading="lazy" class="size-medium wp-image-77 alignleft" src="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_105700216.jpg?resize=169%2C300" alt="img_20160810_105700216" width="169" height="300" srcset="https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_105700216.jpg?resize=169%2C300 169w, https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_105700216.jpg?resize=768%2C1367 768w, https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_105700216.jpg?resize=575%2C1024 575w, https://i0.wp.com/mir.stie-mce.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/IMG_20160810_105700216.jpg?w=1456 1456w" sizes="(max-width: 169px) 100vw, 169px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Pada hari Kamis, 10 Agustus 2016 lokakarya MIR sesi 2 sebagai tindak lanjut dari Hibah KUI Dikti 2016 dilaksanakan dengan topik : <strong>Aktivitas Internasional Akademik dan Non Akademik,</strong> yang disampaikan oleh <strong>Bapak Agus Suharyanto, Ph.D </strong>(lulusan S3 Tehnik Sipil dari Kagoshima University 1997) dari International Office Universitas Brawijaya.</p>
<p><strong>Kerjasama Non Degree</strong><br />
Kerjasama ini biasanya meliputi kegiatan sebagai berikut :<br />
1. Class Exchange, yang bertujuan untuk bench marking proses belajar mengajar.<br />
2. Kerja praktek dan magang<br />
3. Credit Earning<br />
4. Pembimbingan penulisan jurnal.<br />
5. Pembimbingan penulisan tesis dan disertasi.</p>
<p><strong>Internasionalisasi Non Akademik</strong><br />
Biasanya berkaitan dengan bahasa.<br />
Untuk mahasiswa, program yang bisa dilaksanakan berkaitan dengan Summer Course dan Pertukaran Mahasiswa. Sedangkan untuk dosen, bisa melakukan kursus/magang, kursus bahasa Inggris di negara lain, dan magang di laboratorium bahasa.<br />
Tujuannya adalah untuk :<br />
1. Membandingkan suasana akademik<br />
2. Analisa disertasi<br />
3. Cara menulis<br />
4. Budaya akademik</p>
<p><strong>Rina Irawati</strong><br />
MIR</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">47</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
