International Day BIPA III STIE Malangkucecwara Malang di Kota Batu

BATU, Humas – Wakil Walikota Batu Punjul Santoso menghadiri kegiatan International Day BIPA III STIE Malangkucecwara Malang di gedung Graha Pancasila Balaikota Among Tani, Kota Batu, Selasa (26/2/2019).

Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Kota Batu dengan STIE Malangkucecwara Malang dengan mengambil tema “Pengembangan Literasi Program Pariwisata Cerdas sebagai Soft Diplomacy untuk Mempererat Hubungan Antar Bangsa”.

Hadir dalam kegiatan ini Penasihat dan Ketua APB BIPA Jepang Suyoto, Kepala Kantor Pusat Internasional STIE Malangkucecwara Malang Ir. Dwinita, Direktur Indonesian States Program Surtati, Asisten 2 Pemerintah Kota Batu Endang Triningsih, Pejabat Struktural Dinas Pariwisata Kota Batu, Perwakilan KPIA Samsul dan Agus serta para mahasiswa dari 14 negara dan Siswa siswi SMA se- Kota Batu.

Pada kesempatan ini Wakil Walikota Batu Punjul Santoso mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi antar bangsa, dan Pemerintah Kota Batu sangat mengapresiasi dan menerima kunjungan dari anak anak mahasiswa dari 22 negara meskipun yang hadir hanya 14 negara untuk nantinya bisa menginformasikan tempat tempat wisata yang ada di Kota Wisata Batu ini baik melalui medsos maupun balik ke negaranya masing masing.

Sementara itu Ketua APB BIPA Jepang Suyoto, mengatakan bahwa kegiatan Internasional Day BIPA III ini tidak hanya berhenti disini saja melainkan nantinya akan dimanfaatkan oleh mahasiswa dari berbagai negara untuk mempublikasikan ke medsos, teman dan keluarganya tentang tempat wisata yang ada di Kota Batu.

📷 @edytink_kdc
Video : @nadyalaxitovanii
News : @onesiforusalvina
News Editor: @hadiwe87

Sumber: Youtube Humas Pemerintah Kota Batu

MEMBATIK DAN MENARI BIKIN MAHASISWA BULE KEPINCUT

KOTA BATU – Puluhan mahasiswa asing dari berbagai negara berkumpul di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Selasa (26/2). Sekitar 70 mahasiswa yang berasal dari Jepang, Korea Selatan, Madagaskar, Kenya, dan masih banyak lainnya ini bakal berkeliling ke area wisata alam di Kota Batu.

Prof Suyoto dari Kanda University of International Studies, Jepang mengatakan mahasiswa asing tersebut mengikuti International Day Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) III. Melalui kegiatan ini para mahasiswa diharapkan mampu bersosialisasi dalam menyatukan masyarakat internasional untuk dikenalkan akan kebudayaan Indonesia dan bahasanya.

“Paling tidak mereka mengenal kebudayaan di sini, nantinya bisa dikenalkan kepada keluarganya, teman-temannya yang ada di negaranya. Kali ini di Kota Batu, bisa dikenalkan tentang segala area wisata di sini,” terangnya.

Salah satu mahasiswa asing asal Jepang, Minori Sekizawa mengaku selama 6 bulan berada di Indonesia sebagai mahasiswa pertukaran pelajar di STIE Malangkucecwara ia senang belajar mengenal budaya Indonesia.

“Saya senang, karena selain belajar bahasa saya juga belajar budaya kehidupan di sini yang jauh berbeda. Ada tarian, dan menggambar batik itu paling saya suka,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menyambut baik kedatangan mahasiswa asing itu. Ia berharap mereka bisa mengenalkan ke wilayah negara masing-masing peserta akan Kota Batu yang menjadi destinasi wisata favorit.

“Kita harapkan mereka main ke Batu, keliling berwisata nanti berswafoto dan menguploadnya ke sosial media. Dan bisa menjadikan Kota Batu pilihan destinasi wisata favorit baik bagi keluarga, teman, kolega dan yang lainnya,” tandasnya.

Pewarta: Arifina
Foto: Arifina
Penyunting : Fia

Sumber: Radar Malang, 26 Februari 2019

Kadisparbud Kabupaten Malang Ajak Mahasiswa Jepang Wisata ke Pantai Wedi Awu

TIMESINDONESIA, MALANG – Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara mengajak 29 mahasiswa Jepang yang sedang mengikuti program studi Sakura 2019 di STIE Malangkucecwara untuk berwisata di Pantai Wedi Awu.

Ajakan itu langsung disampaikan Made kepada para mahasiswa Jepang, pada pembukaan Program Sakura, Senin (11/2/2019).

“Kabupaten Malang memiliki Pantai Wedi Awu yang cocok untuk digunakan surfing. Biasanya surfing juga disukai oleh wisatawan dari luar negeri, termasuk Jepang,” ujar Kepala Disparbud Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara kepada TIMES Indonesia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kerjasama dengan STIE Malangkucecwara untuk melaksanakan program ini baru pertama kali.

Namun sebelumnya pihaknya sudah berulang kali mengunjungi kampus yang memiliki program pertukaran mahasiswa asing untuk mengajak berwisata ke Kabupaten Malang.

Seperti menggandeng Universitas Negeri Malang, Universitas Merdeka dan Universitas Muhammadiyah Malang.

“Ketika ada kegiatan perguruan tinggi yang melibatkan mahasiswa dari luar negeri, saya selalu ada untuk mempromosikan wisata Kabupaten Malang,” terangnya.

Menurutnya, untuk mempromosikan pariwisata di Kabupaten Malang membutuhkan sinergi yang baik antar tiga Pemerintah Daerah di Malang Raya.

“Program ini merupakan tindak lanjut dari sinergitas antara tiga Pemda di Malang Raya beberapa waktu lalu, yang salah satu poinnya adalah kepariwisataan,” tuturnya.

Made optimistis melalui sinergitas yang baik, nantinya akan membuat potensi wisata di Malang Raya dapat berkembang dengan baik, terutama juga berimbas positif terhadap meningkatkannya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Malang.

“Tentunya saya akan terus mengajak perguruan tinggi untuk bekerjasama dalam mengembangkan pariwisata di Malang Raya. Terutama terus mengajak mahasiswa asing untuk mengunjungi sejumlah obyek wisata di Kabupaten Malang,” kata kepala Disparbud Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara kepada mahasiswa Jepang yang akan diajak wisata ke Pantai Wedi Awu. (*)

Sumber: Times Indonesia, 11 Februari 2019

70 Mahasiswa Asing Diajak Berwisata Gratis di Kota Batu untuk Selanjutnya Dipromosikan di Negaranya


Mahasiswa asing saat berada di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Selasa (26/2/2019). (Foto: ist)

MALANGTIMES – Para mahasiswa asing yang sedang belajar disejumlah kampus di Malang diberi kesempatan khusus berwisata ke Kota Batu, Selasa (26/2/2019).

Tidak hanya mengenali wisata, budaya, tetapi juga bersosialisasi dengan wisatawan lokal di Kota Batu.

Total ada 70 mahasiswa asing dari berbagai negara berkumpul di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Selasa (26/2/2019).

Mereka berasal dari Jepang, Korea Selatan, Madagaskar, Kenya, dan beberapa negara lainnya.

Para mahasiswa asing ini belajar bersosialisasi menggunakan bahasa Indonesia, agar bisa mengenalkan wisata Kota Batu di negaranya masing-masing.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan dengan hadirnya mahasiswa asing itu agar mampu menambah kunjungan wisatawan asing di Kota Batu. 

Pengalaman mereka berkunjung ke tempat wisata di Kota Batu bisa dibagikan pengalamannya kepada sanak saudara atau temannya.

“Hadirnya mahasiswa asing ini bisa membantu jumlah kunjungan wisatawan asing di Kota Batu. Pastinya mereka akan memberikan sebuah cerita kepada rekannya,” kata Punjul. 

Hadirnya mereka di tempat wisata Kota Batu pasti tidak akan lepas dari swafoto dan mengunggahnya di sosial media. 

Dengan demikian akan banyak wisatawan asing yang akan melihat.

“Kalau mereka terkesan dan swafoto pasti diunggah. Karena memang zamannya sudah begini, itu salah satu promosi juga,” imbuhnya. 

Kegiatan ini merupakan International Day Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) III.

Lewat kegiatan ini mereka dilatih secara tidak langsung agar mampu bersosialisasi dengan masyarakat internasional sambil mengenalkan kebudayaan Indonesia dan bahasanya.

“Untuk di Kota Batu ini memang tentang wisatanya untuk disosialisasikan ke negaranya masing-masing,” ucap perwakilan Kanda University of International Studies Jepang, Suyoto.

Mahasiswi asal Jepang, Minori Sekizawa menambahkan selama 6 bulan berada di Indonesia sebagai mahasiswa pertukaran pelajar di STIE Malangkucecwara mengaku memang sudah penasaran untuk berwisata di Kota Batu.

Sebab banyak wisata alam yang menurutnya sangat menarik didukung hawanya yang sejuk.

“Senang belajar mengenal budaya Indonesia di sini. Banyak hal yang kami pelajari di sini, termasuk budaya masyarakatnya,”  beber Minori.

Pewarta: Irsya Richa
Editor: Heryanto

Sumber: MalangTimes, 26 Februari 2019

Mahasiswa 15 Negara Lirik Wisata Alam di Kota Batu


salah satu mahasiswa asal Jepang memperkenalkan diri dalam kegiatan Internasional Day BIPA III STIE Malangkucecwara dengan tema ‘Pengembangan Literasi Program Pariwisata Cerdas sebagai Soft Diplomatik untuk Mempererat Hubungan Antar Bangsa’, di Graha Pancasila Kota Batu, Selasa (26/2/2019)

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU – Sebanyak 70 orang mahasiswa dari 15 negara berbondong-bondong ke Kota Batu, Semasa (26/2/2019).

Mereka dalam rangka Internasional Day BIPA III STIE Malangkucecwara dengan tema ‘Pengembangan Literasi Program Pariwisata Cerdas sebagai Soft Diplomatik untuk Mempererat Hubungan Antar Bangsa’, di Graha Pancasila Kota Batu.

Mereka ada yang dari Jepang, Korea Selatan, Mesir, Madagaskar, dan lainnya. Mahasiswa ini menempuh studi di universitas di Malang Raya. Satu mahasiswa dari Jepang, Minori Sekizawa mengatakan ia berada di Indonesia sudah 6 bulan. Selama menempuh studi di Malangkucecwara ia banyak belajar tentang budaya di Indonesia.

“Saya suka sekali wisata yang ada di sini, udara sejuk dan menyenangkan. Saya juga banyak belajar budaya tari, membatik,” kata dia yang punya nama Jawa Lestari.

Sepulang dari Indonesia ia akan menceritakan kepada keluarganya tentang pengalamannya selama berada di Indonesia. Ia juga mengungkapkan menyukai makanan bakso, dan tidak suka dengan buah durian. “Enak-enak makanan di sini, saya juga pernah membuat topeng, pengalaman itu saya beritahu ke keluarga setelah pulang nanti,” imbuhnya.

Prof Suyoto dari Kanda Universitas of International Studies mengatakan kegiatan ini rutin dilakukan selama setahun sekali. Dengan tujuan melalui kegiatan ini bisa menyatukan masyarakat internasional untuk bersosialisasi. Baik dalam hal budaya, bahasa. “Tidak menutup kemungkinan sebagai ajang promosi pariwisata yang ada di sini Kota Batu. Kita bisa mempromosikan pariwisata ke ranah mancanegara,” kata Suyoto.

Mendapat kunjungan dari mahasiswa berbagai negara, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso meminta kepada mahasiswa itu untuk swafoto. Setelah swafoto diupload ke media sosial. Ia berharap bisa dikenal diberbagai daerah bahkan hingga mancanegara. “Kami punya tempat wisata alam, Coban Talun, Coban Rais, Selecta. Silahkan foto, diupload dimedia sosial,” kata Punjul.

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul Mahasiswa 15 Negara Lirik Wisata Alam di Kota Batu, http://suryamalang.tribunnews.com/2019/02/26/mahasiswa-15-negara-lirik-wisata-alam-di-kota-batu
Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Zainuddin