Lokakarya (5) : Designing a Local University with International Touch

Pada sesi terakhir lokakarya MIR ini, pada hari Kamis 11 Agustus 2016 disampaikan oleh Bapak Jarum dari KUI Universitas Muhammadiyah Malang (lulusan S2 dari Aichy University – Japan). Menurut penjelasan beliau, terdapat 4 fase internasionalisasi, yaitu :
1. Creating International Awareness
2. Developing International Exposure
3. Obtaining International Recognition
4. Achieving World Class University

Creating International Awareness
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menciptakan kepedulian internasional antara lain:
1. Menekankan pada mahasiswa bahwa menguasai bahasa asing itu penting, khususnya bahasa Inggris.
2. Mengkursuskan ke lembaga bahasa asing
3. Menekankan bahwa interaksi dengan pihak asing itu penting

Developing International Exposure
Yaitu mengeskpose pada pihak dosen dan mahasiswa bahwa hubungan atau kerjasama internasional itu penting. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
1. Mengundang dosen asing yang ditemani dosen lokal untuk mengajar di kelas.
2. Menemani peneliti asing.

Obtaining an International Recognition
Agar dapat memperoleh pengakuan internasional, maka :
1. Harus memahami bagaimana budaya asing
2. Mendapatkan pengakuan ijasah kita di Luar negeri.

Rina Irawati
MIR

Lokakarya (4) : Bentuk-bentuk Agreement Internasional

img_20160810_105723963

Di hari kedua lokakarya Hibah KUI Dikti 2016, MIR kembali menyelenggarakan lokakarya dengan mendatangkan pembicara dari International Office Universitas Brawijaya yaitu Bapak Agus Suharyanto, Ph.D (lulusan S3 Tehnik Sipil dari Kagoshima University 1997). Topik yang diangkat hari ini adalah bentuk-bentuk perjanjian internasional. Menurut penjelasan beliau, perjanjian internasional ada 5 bentuk, yaitu LOI, MOA (LOA), MOU, TAA dan MTA.

LoI (Letter of Intent)
Letter of intent is intention to take some action to develop cooperation. Yaitu merupakan outline dokumen persetujuan antara dua atau lebih pihak sebelum agreeement selesai.

MoA (Memorandum of Agreement) atau LoA (Letter of Agreement)
Merupakan dokumen yang menyatakan bahwa dua institusi menyetujui perjanjian. Perlu ditulis tentang: daftar atau program aktivitas, waktu, dana, aktivitas, syarat-syaratnya, kemudian dijilid.

MoU (Memorandum of Understanding)
Merupakan langkah pertama dalam membentuk format kontrak (lebih formal bentuknya). Isinya meliputi tentang program payung (aktivitas).

TAA (Technical Academic Agreement)
Merupakan dokumen kesepakatan untuk menjalankan kerjasama akademik (bersifat operasional). Sebelum ditulis dalam draft legal, perlu dinegosiasikan sampai terjadi kesepakatan. TAA dibuat oleh kedua belah pihak.
Contoh TAA :
1. Program struktur : meliputi waktu, proses, time line, degree awarded.
2. Field of study : meliputi bidang program studi yang dikerjasamakan.
3. Selection of student : syaratnya memenuhi (TOEFL, IELTS), topik riset, lama studi di SMA.
4. Enrollment of student
5. Accreditation of credits : Pengakuan kredit mata kuliah (yang diakui berapa), mata kuliah apa yang bisa diambil, academic performance ditentukan oleh kedua belah pihak.
6. Fees : meliputi SPP, biaya wajib
7. Student’s responsibility : Terikat dengan peraturan-peraturan tertentu dan hukum di dua negara tersebut, dan mempertanggung jawabkan biaya yang digunakan (international domestic travel expenses, akomodasi, health insurance)
8. Logistical assistance : Host university memberi informasi dan membantu mencari penginapan yang harganya terjangkau.
9. Duration, renegotiation, and termination
10. Resolution of disputes : jika ada perselisihan bagaimana mengatasinya sesuai dengan aturan yang berlaku.
11. Agreement coordination : siapa yang mengkoordinator di host university dan universitas mitra.

Rina Irawati
MIR

Lokakarya (3) : Peningkatan Internasionalisasi Publikasi Penelitian

img_20160810_154147322

Menindaklanjuti agenda lokakarya Hibah KUI Dikti 2016, pada hari Rabu 10 Agustus 2016 dilakukan lokakarya MIR di sesi 3, yang disampaikan oleh Bapak Didik Suprayogo, Ph.D (lulusan S3 Imperial College London University), yang menjabat sebagai Pembantu Dekan 1 FP Universitas Brawijaya. Pada kesempatan ini, beliau hanya melakukan knowledge sharing saja mengenai publikasi penelitian internasional di UB. Di sana terdapat permasalahan bahwa kualitas penelitian dosen-dosen memiliki keragaman yang kurang bervariatif.

Oleh karenanya, untuk memperkuat lumbung publikasi di UB, maka dibuatlah semacam perjanjian atau MOU antara Rektor dengan Dekan, dan Dekan dengan Kajur, dan ternyata cara ini berhasil untuk mendongkrak jumlah publikasi internasional. Setiap tahun diadakan pelatihan penulisan publikasi internasional, tapi sekali lagi kuncinya adalah kembali pada motivasi dari diri sendiri untuk memulai. Selain itu juga dilakukan pelatihan untuk pengelola jurnal internasional.

Rina Irawati
MIR

Lokakarya (2) : Aktifitas Internasional Akademik dan Non Akademik

img_20160810_105700216

Pada hari Kamis, 10 Agustus 2016 lokakarya MIR sesi 2 sebagai tindak lanjut dari Hibah KUI Dikti 2016 dilaksanakan dengan topik : Aktivitas Internasional Akademik dan Non Akademik, yang disampaikan oleh Bapak Agus Suharyanto, Ph.D (lulusan S3 Tehnik Sipil dari Kagoshima University 1997) dari International Office Universitas Brawijaya.

Kerjasama Non Degree
Kerjasama ini biasanya meliputi kegiatan sebagai berikut :
1. Class Exchange, yang bertujuan untuk bench marking proses belajar mengajar.
2. Kerja praktek dan magang
3. Credit Earning
4. Pembimbingan penulisan jurnal.
5. Pembimbingan penulisan tesis dan disertasi.

Internasionalisasi Non Akademik
Biasanya berkaitan dengan bahasa.
Untuk mahasiswa, program yang bisa dilaksanakan berkaitan dengan Summer Course dan Pertukaran Mahasiswa. Sedangkan untuk dosen, bisa melakukan kursus/magang, kursus bahasa Inggris di negara lain, dan magang di laboratorium bahasa.
Tujuannya adalah untuk :
1. Membandingkan suasana akademik
2. Analisa disertasi
3. Cara menulis
4. Budaya akademik

Rina Irawati
MIR

Lokakarya (1) : Kebijakan dan Program Internasionalisasi

img_20160810_084416752Sebagai tindak lanjut dari hibah KUI 2016, salah satu programnya adalah melakukan lokakarya selama 2 hari dari tanggal 10 – 11 Agustus 2016 guna meningkatkan capacity building MIR.

Pada hari pertama, Rabu 10 Agustus 2016 terdapat 3 sesi lokakarya.. Pada sesi 1, topiknya adalah Kebijakan dan Program Internasionalisasi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Iftar Subagiyo dari International Office Brawijaya University. Beliau banyak melakukan sharing tentang pengalaman bagaimana IO UB dirintis beserta kendala dan suka dukanya.

Dalam materi ini disampaikan bahwa International Office berkembang dengan baik jika ada dukungan dari pimpinan, karena IO langsung bertanggung jawab pada pimpinan Perguruan Tinggi. Tidak ada ukuran yang sama dalam pendekatan internasionalisasi di masing-masing perguruan tinggi.

Apakah Internasionalisasi itu?
Terdapat beberapa pendapat mengenai internasionalisasi, di antaranya adalah:
1. Aktivitas internasional yaitu mobilitas akademik untuk mahasiswa dan dosen, ada link internasional, ada kerjasama, proyek, program akademik, dll.
2. Membawa pendidikan ke negara lain : kampus yang mempunyai cabang di negara lain.
3. Memasukkan materi kuliah negara asing ke dalam kurikulum dan teaching learning process.
4. Meningkatkan rangking nasional atau internasional (kategori rangking perguruan tinggi di dunia). Misalnya : QS (Quarterly Symptom) yang dipakai DIKTI untuk melihat rangking perguruan tinggi.
5. Trade in higher education.

Tidak harus ada mahasiswa asing untuk internasionalisasi, tetapi end result-nya dapat dinikmati oleh masyarakat internasional. Misalnya : cross border education. Bentuknya bisa berupa franchise, twinning, double degree, virtual/distance class.

Jadi dapat disimpulkan bahwa internasionalisasi adalah suatu proses intens dalam mengintegrasikan internasional, intercultural atau dimensi global ke dalam tujuan, fungsi dan menyampaikannya ke dalam pendidikan.

Model kebijakan harus tertulis dalam bentuk dokumen. Ada 4 bagian dokumen yaitu meliputi:
1. Konteks, visi dan misi.
2. Aktivitas akademik.
3. Support activities
4. Manajemen sumber daya

Rina Irawati
MIR